Hukum bacaan yang terjadi apabila Nun Sukun (نْ) atau Tanwin (ً ٍ ٌ) bertemu dengan huruf-huruf hijaiyah tertentu.
Membaca Nun mati atau Tanwin secara jelas, terang, dan pendek tanpa dengung. Terjadi jika bertemu salah satu dari 6 huruf tenggorokan (Halq).
Man aamana
"Barangsiapa yang beriman"
Nun sukun (نْ) bertemu dengan Alif (أ)'Adzaabun aliim
"Siksa yang pedih"
Dhommatain (ٌ) bertemu dengan Alif (أ)Min haitsu
"Dari arah mana saja"
Nun sukun (نْ) bertemu dengan Ha (ح)Memasukkan suara Nun mati atau Tanwin ke huruf berikutnya disertai dengan dengungan (ghunnah) yang ditahan selama 2-3 ketukan.
May yaquulu
"Orang yang berkata"
Nun sukun (نْ) melebur masuk ke huruf Ya (ي) disertai dengungLahabiw wa tabba
"Gejolak api dan benar-benar binasa"
Kasrotain (ٍ) melebur masuk ke huruf Wau (و) disertai dengungMemasukkan suara Nun mati atau Tanwin ke huruf berikutnya SECARA PENUH tanpa disertai dengan dengungan sedikit pun.
Mil ladunhu
"Dari sisi-Nya"
Nun sukun (نْ) melebur sepenuhnya ke huruf Lam (ل) tanpa dengungGhafoorur rahiim
"Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"
Dhommatain (ٌ) melebur sepenuhnya ke huruf Ra (ر) tanpa dengungMengubah atau menukar suara Nun mati atau Tanwin menjadi suara Mim mati (مْ) yang disamarkan disertai dengung, apabila bertemu huruf Ba'.
Mim ba'di
"Setelah itu"
Suara Nun sukun (نْ) berubah menjadi Mim (م) samar sebelum Ba (ب)Samii'um bashiir
"Maha Mendengar lagi Maha Melihat"
Suara Tanwin berubah menjadi Mim (م) samar sebelum Ba (ب)Menyamarkan suara Nun mati atau Tanwin di antara jelas (Idzhar) dan lebur (Idgham) dengan dengung yang ditahan 2 ketukan menjelang huruf berikutnya.
Min-D-duuni (samar)
"Selain dari"
Nun sukun (نْ) disamarkan samar sengau menemui huruf Dal (د)Min-G-qablika (tebal sengaunya)
"Sebelum kamu"
Nun sukun (نْ) disamarkan sengau tebal menemui huruf Qaf (ق)